Manajer Kantor
dan Supervisor: Tugas dan Persyaratannya
Jevi Jamilatul Fahmi Santosa
Mahasiswa Program Studi D3 Administrasi Bisnis
Politeknik Negeri Bandung
Abstract
Manager is a
person who has huge role in company management. A manager is a person who
manages or is in charge of something. Managers can control departments in
companies, or guide the people who work for them. Managers also have to make
decisions about things. Meanwhile supervisor is a person who has the power and
authority to do some actions such as giving instruction and orders to
subordinates. Supervisor is also responsible for works and actions of other
employees. In this journal is explained about the qualifications that is needed
by managers and supervisors. Beside that there is also an explanation about the
things that they should do. To be good manager and supervisor that can do their
own jobs well, they shoul have some exact qualifications. So the process of
management can effectively and efficiently works.
Keywords:
Manager, Supervisor, Qualification, and Job Description
Pendahuluan
Pada
era modern ini dunia bisnis dihadapkan pada suatu proses perubahan yang begitu
cepat dan rumit. Untuk itu, perubahan yang dinamis dalam berbagai hal sangat
dibutuhkan seperti visi, misi, tujuan dan juga sistem berpikir. Dalam sebuah
organisasi atau perusahaan, setiap individu harus memiliki komitmen dan
kapasitas untuk terus belajar pada setiap tingkat apapun.
Di
zaman sekarang ini hampir tidak mungkin kebutuhan hidup manusia dapat diperoleh
sendiri tanpa bantuan orang lain dan sarana pendukung. Dalam mencapai tujuan,
penting bagi manusia untuk memrhatikan kerja sama dengan manusia lain dan
sarana pendukungnya.
Dengan
mengerti manajemen manusia secara rasional akan bertindak secara efektif dan
efisien. Melalui manajemen manusia akan saling mengerti kelebihan dan
kekurangan masing-masing. Untuk itu sebuah organisasi atau perusahaan harus
memiliki sebuah sistem manajemen yang baik. Dan untuk mewujudkan hal tersebut,
peran manajer sangatlah penting.
Manajer
merupakan orang yang bertanggung jawab atas berjalannya manajemen perusahaan.
Fungsi manajer lebih sebagai peneliti dan sekaligus perancang ketimbang hanya
sebagai penyelia. Seorang manajer harus melakukan kajian-kajian untuk
menghasilkan gagasan-gagasan baru dan menyampaikan gagasan tersebut kepada
bawahannya.
Kecenderungan
manajer dan pemimpin agar dapat mengemukakan isu kepemimpinan dipicu oleh dunia
perusahaan yang sebagian besar tidak lagi menggunakan prinsip manajemen
memerintah dan mengontrol. Manajer tradisional sering kali memerintah orang
untuk melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Sedangkan seorang manajer
pada era globalisasi ini adalah seseorang yang mampu membuat orang lain
melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dan bahkan lebih dengan sedikit
petunjuk dan tingkat efisiensi yang lebih tinggi.
Selain
manajer, supervisor juga berperan penting dalam melaksanakan manajemen
perusahaan. Supervisor merupakan bagian dari manajemen yang bertugas untuk
melakukan pengawasan. Kata “pengawasan” sering mempunyai konotasi yang tidak
menyenangkan karena dianggap akan mengancam kebebasan dan otonomi pribadi.
Padahal organisasi sangat memerlukan pengawasan untuk menjamin tercapainya
tujuan.
Untuk
itu, seorang supervisor harus bisa menemukan keseimbangan antara pengawasan
perusahaan dan kebebasan pribadi atau mencari tingkat pengawasan yang tepat.
Pengawasan yang berlebihan akan menimbulkan birokrasi, mematikan kreativitas,
dan sebagainya yang akhirnya dapat merugikan perusahaan. Sebaliknya pengawasan
yang tidak mencukupi dapat menimbulkan pemborosan sumber daya dan membuat sulit
pencapaian tujuan.
Agar
suatu manajemen di dalam perusahaan dapat berjalan dengan efektif dan efisien
maka potensi sumber daya manusia sangat diperlukan. Untuk itu, dalam memilih
manajer dan supervisor tidak bisa sembarangan karena perusahaan membutuhkan
persyaratan dan kualifikasi khusus dalam memilih manajer dan supervisor yang
tepat.
Pengertian Manajer
Manajemen
merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan
dalam suatu organisasi yang dilakukan dengan sistematis untuk mencapai suatu
tujuan organisasi atau perusahaan. Tentunya
dalam menjalankan proses tersebut tidak terlepas dari peran seorang manajer.
Garnida
dan Priansa (2013) menyatakan bahwa manajer adalah seorang yang memiliki
tanggung jawab terhadap seluruh bagian dalam kegiatan organisasi. Sementara
itu, Siswandi (2011) mengatakan bahwa manajer merupakan manusia yang melakukan
atau melaksanakan semua fungsi manajemen yang diarahkan kepada pencapaian
tujuan organisasi.
Dari
kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa manajer adalah seseorang yang
diberi tanggung jawab untuk melaksanakan fungsi manajemen dalam rangka untuk
mencapai tujuan organisasi.
Manajer
dibagi menjadi dua jenis yaitu manajer fungsional dan manajer umum. Manajer
fungsional adalah manajer yang hanya bertanggung jawab pada satu bagian
fungsional perusahaan dan tidak ikut campur dalam pekerjaan fungsional bagian lain.
Sedangkan manajer umum adalah manajer yang bertanggung jawab atas seluruh
bagian fungsional perusahaan.
Tinggkatan Manajer
Dalam
sebuah perusahaan berskala kecil, satu orang manajer saja mungkin sudah cukup.
Namun dalam perusahaan yang besar biasanya memiliki beberapa manajer yang
memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Dalam organisasi
tradisional manajer dikelompokkan ke dalam beberapa bagian yang digambarkan
dengan bentuk piramida, di mana jumlah manajer lebih banyak di bagian bawah
daripada puncak. Beriku ini merupakan tingkatan
manajer yang sering dikenali:
1.
Manajemen
Puncak (Top Management)
Manajer
tingkat atas ini bertanggung jawab penuh terhadap perusahaan. Tugas dari
manajer pada tingkat ini adalah menentukan strategi, tujuan, dan kebijakan
secara umum. Mereka juga biasanya menentukan keputusan-keputusan untuk
kelangsungan hidup perusahaan. Manajemen puncak juga biasanya disebut sebagai executive officer. Contoh dari manajer
tingkat atas adalah Chief Executive
Officer (CEO).
2.
Manajemen
Menengah (Middle Management)
Jumlah
manajer tingkat menengah lebih besar dibanding manajer tingkat atas. Manajer
tingkat menengah merupakan perantara antara manajer tingkat atas dan tingkat
bawah. Tugas manajer pada tingkat menengah ini adalah menerjemahkan dan
melaksanakan tujuan, strategi dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajer
puncak. Selain itu, tugas mereka juga adalah mengoordinasikan dan mengarahkan
kegiatan manajer tingkat bawah dan karyawan operasional. Contoh manajer tingkat
menengah adalah manajer keuangan, manajer pemasaran, manajer personalia, dan
lain-lain.
3.
Manajemen
Tingkat Bawah (First-Line Management)
Manajer
tingkat bawah adalah manajer yang melakukan pengawasan langsaung terhadap
pegawai yang melakukan kegiatan operasional. Biasanya manajer tingkat bawah ini
juga disebut sebagai supervisor.
Meskipun
demikian, tidak semua perusahaan menerapkan bentuk piramida ini. Misalnya pada
beberpa perusahan yang lebih fleksibel dan juga sederhana, dengan tipe
pekerjaan yang dapat berubah-ubah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya
sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Keahlian Manajer
Agar
seorang manajer dapat melakukan tugas-tugasnya dengan baik maka diperlukan
persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dimiliki oleh seorang manajer. Terry
dalam Chaniago (2013) menyebutkan 12 daftar persyaratan umum yang harus
dimiliki oleh manajer kantor:
1.
Executive
ability (kemampuan dalam menjabat sebagai seorang pemimpin).
2.
A
practical background (memiliki pengalaman dalam praktek).
3.
Managerial
training (pernah melakukan latihan manajerial).
4.
Ability
to express oneself (memiliki kemampuan untuk mengekspresikan dirinya sendiri).
5.
An
open attitude (bersikap atau berperilaku terbuka).
6.
Curiousity
(Memiliki rasa keingintahuan).
7.
Creativity
(memiliki kreativitas).
8.
Sound
judgement (dapat memberikan pertimbangan yang sehat).
9.
Sales
ability (memiliki kemampuan untuk menjual atau mengungkapkan gagasan-gagasan
yang cemerlang).
10.
Patience
(memiliki kesabaran).
11.
Emotional
control (dapat mengendalikan emosi).
12.
Co-operative
(dapat bekerja sama dengan baik).
Selain
persyratan-persyaratan di atas, dalam mengelola sebuah perusahaan, seorang
manajer membutuhkan keahlian yang berkaitan dengan manajemen dan juga mampu
meningkatkan kualitas kinerja manajemen. Keahlian-keahlian yang harus dimiliki
manajer adalah sebagai berikut:
1.
Keahlian
Teknik (Technical Skill)
Keterampilan
ini merupakan keterampilan yang minimal harus dimiliki oleh manajer tingkat
bawah. Keterampilan teknis adalah keterampilan untuk menjalankan suatu kegiatan
tertentu dan juga menggunakan berbagai peralatan, prosedur, atau teknik dalam
bidang tertentu.
2.
Keahlian
Manusiawi (Humanity Skill)
Setiap
manajer harus memiliki kemampuan untuk dapat memahami karakteristik orang lain
dan juga mengetahui potensi yang dimiliki oleh orang lain. Selain itu, manajer
juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Dengan
memiliki komunikasi yang baik juga maka akan membuat rekan kerja merasa
dihargai. Keahlian ini juga sangat penting dimiliki oleh semua manajer,
terutama manajer menengah karena manajer pada tingkat menengah langsung
berhubungan dengan manajer tingkat atas dan bawah.
3.
Keahlian
Konseptual (Conseptual Skill)
Seorang
manajer tingkat atas harus mempunyai keahlian untuk membuat suatu konsep, ide,
dan gagasan untuk kelangsungan hidup perusahaan. Kemudian konsep dan gagasan
tersebut diuraikan menjadi suatu bentuk rencana kerja yang kongkret. Keahlian
ini sering disebut sebagai keahlian untuk membentuk suatu perencanaan kerja.
4.
Keahlian
Strategi (Strategic Skill)
Keahlian
ini perlu dimiliki manajer untuk melihat hal-hal yang akan memengaruhi kesuksesan
atau kegagalan perusahaan. Selain itu, manajer juga dituntut untuk
mengantisipasi kejadian-kejadian sedini mungkin, baik eksternal maupun
internal, yang mungkin terjadi.
Selain
keahlian-keahlian di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keahlian yang perlu
dimiliki oleh seorang manajer, antara lain:
1.
Keahlian
Manajemen Waktu
Memiliki
keahlian mengatur waktu sangat diperlukan bagi seorang manajer. Seorang manajer
harus bisa menggunakan waktu yang dimilikinya dengan bijaksana dan efektif.
Waktu merupakan hal yang sangat berhaga, menyia-nyiakan waktu berarti merugikan
perusahaan dan mengurangi produktivitas kerja.
2.
Keahlian
Membuat Keputusan
Keahlian
ini merupakan keahlian mengidentifikasi masalah dan menganalisisnya untuk
kemudian ditentukan cara paling baik untuk menyelesaikannya. Keahlian ini
sangat penting untuk dimiliki oleh setiap manajer, terutama manajer tingkat
atas.
Etika Manajer
Manajer
tentu sering dihadapkan dengan kesulitan untuk menentukan sebuah keputusan.
Selain itu, manajer juga dihadapkan dengan konflik nilai dan kepentingan di
antara pihak yang sedang bertentangan. Saat dihadapkan dengan kondisi seperti
itu, manajer dituntut untuk memahami prinsip moral universal dan berpegang
teguh pada hal tersebut. Berikut ini merupakan etika manajerial yang telah
diklasifikasikan ke dalam tiga kategori:
1.
Perilaku
Terhadap Karyawan
Klasifikasi
ini berkaitan dengan perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan juga kerja serta
ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan hukum menyatakan bahwa keputusan
untuk merekrut dan memecat harus berdasarkan pada kemampuan seorang pegawai
dalam melakukan pekerjaannya.
2.
Perilaku
Terhadap Organisasi
Masalah
etika juga berkaitan dengan hubungan antara pekerja dan perusahaan. Masalah ini
berkenaan dengan integritas, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. Seorang
manajer atau pegawai lainnya tidak boleh melakukan suatu hal yang menguntungkan
dirinya sendiri namun merugikan perusahaan. Selain itu, pekerja juga harus bisa
berkomitmen untuk menjaga rahasia perusahaan.
3.
Perilaku
Terhadap Agen Ekonomi Lainnya
Seorang
manajer juga tentu harus menjunjun dan melaksanakan etika ketika berhubungan
dengan agen ekonomi lainnya seperti pelanggan, pemegang saham, distributor dan
buruh.
Tugas Manajer
Berikut
ini merupakan tugas-tugas utama manajer yang dijabarkan secara singkat:
1.
Menetapkan
sasaran, termasuk tujuan dari sasaran tersebut, dan menetapkan hal apa yang
perlu dilakukan untuk memenuhi sasaran tersebut. Selain itu, manajer juga perlu
menentukan dan memutuskan hal yang perlu dicapai dan diselesaikan.
2.
Memimpin
setiap aktivitas perusahaan dan memastikan setiap hal tersebut telah
dilaksanakan.
3.
Mengorganisasi
setiap kegiatan yang berkaitan dengan perusahaan, termasuk menganalisis
kegiatan, menggolong-golongkan pekerjaan, membagi pekerjaan, serta
mengelompokkan unit dan tugas dalam struktur organisasi.
4.
Memastikan
segala hal berjalan sebagaimana yang telah ditentukan sebelumnya sehingga
tujuan perusahaan dapat tercapai.
5.
Memberikan
motivasi dan membangun komunikasi dengan bawahan sehingga dapat membentuk tim
yang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.
6.
Melakukan
pengukuran terhadap faktor-faktor untuk perusahaan atau untuk setiap orang
dalam perusahaan.
7.
Mengembangkan
sumber daya manusia termasuk dirinya sendiri. Seorang manajer harus mampu untuk
membuat bawahannya berkembang dalam melakukan kerjanya. Selain itu, manajer
juga harus mengembangkan dirinya sendiri dan terus belajar untuk kelangsungan
hidup perusahaan.
8.
Menjalankan
fungsi-fungsi manajemen dengan baik.
Fungsi Manajer
Menurut
George R. Terry dalam Garnida dan Priansa (2013) menjelaskan bahwa setiap
manajer menjalankan fungsi-fungsi manajer yang terdiri dari perencanaan,
pengorganisasian, menggerakkan dan juga pengawasan. Masing-masing fungsi
tersebut diuraikan sebagai berikut
1.
Fungsi
Perencanaan (Planning)
Perencanaan
merupakan suatu proses penyusunan tentang apa yang harus dikerjakan, kapan dan
siapa yang mengerjakannya untuk menentukan tindakan di masa yang akan datang.
Perencanaan yang baik akan menghasilkan sebuah rumusan tujuan dan sasaran yang
akan dicapai. Dengan adanya rencana maka akan memudahkan manajer untuk
mengambil keputusan dan juga manajer akan mengetahui cara mengorganisasikan
sumber daya secara efektif.
2.
Fungsi Pengorganisasian (Organizing)
Tujuan
dari pengorganisasian adalah untuk mengelompokkan kegiatan sumber daya manusia
dan sumber daya lainnya yang dimiliki agar rencana yang dilaksanakan dapat
tercapai dengan cara efektif dan ekonomis. Dalam proses pengorganisasian,
manajer perlu menyesuaiakan strategi yang telah disusun agar tujuan dari
perusahaan dapat tercapai secara efektif dan efisien.
3.
Fungsi
Kepemimpinan (Leading)
Kepemimpinan
merupakan suatu proses memengaruhi orang lain untuk bekerja demi tercapainya
suatu tujuan tertentu. Pekerjaan yang berkaitan dengan kepemimpinan meliputi
lima jenis kegiatan antara lain membuat dan mengambil keputusan, mengadakan
komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan, memberikan semangat dan
motivasi kepada bawahan agar mereka bertindak, menentukan dan memilih orang yang
akan menjadi anggota kelompoknya, serta mengembangkan dan memperbaiki
pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar lebih terampil sehingga memudahkan
dalam mencapai tujuan.
4.
Fungsi
Pengendalian (Controlling)
Pengendalian
merupakan suatu proses sistematis untuk menetapkan standar prestasi dan sasaran
perencanaan dalam bentuk pemantauan atau pemonitoran pelaksanaan suatu rencana
dan memastikan rencana itu dikerjakan dengan baik atau tidak. Pengendalian juga
bisa dikatakan sebagai suatu proses yang menjamin bahwa suatu tindakan telah
dilaksanakan sesuai rencana.
Supervisor
Dalam
struktur organisasi yang berlaku umum, jenjang hirarki supervisor berada di
bawah manajer menengah dan di atas karyawan pelaksana (staf). J. C. Denyer
dalam Chaniago (2013) menyatakan bahwa supervisor adalah seorang yang mengawasi
pekerjaan dari orang lain serta yang mungkin menjadi bawahannya dari manajer
kantor.
Supervisor
merupakan anggota manajemen yang bekerja pada suatu tingkat organisasi dan
bertugas untuk melakukan pengawasan atas tugas-tugas yang diserahkan kepada
kelompok-kelompok kecil dengan tujuan untuk menjamin hasil kerja yang memuaskan.
Supervisor
adalah orang yang berhubungan langsung dengan manajer. Namun dalam konteks
tanggung jawab, supervisor mempunyai tugas yang tidak kalah berat. Dalam banyak
kasus, supervisor memiliki tugas yang strategis karena langsung terjun di
lapangan melaksanakan semua rencana dari manajer. Supervisor memiliki bawahan
yang dalam struktur organisasi disebut karyawan non manajerial atau staf.
Hal
ini menyebabkan supervisor mempunyai kedudukan istimewa di dalam perusahaan.
Bersama dengan para staf, supervisor menentukan selesai tidaknya pekerjaan
(proyek) yang menjadi rencana strategis perusahaan. Ia mengetahui betul
seluk-beluk pekerjaan yang harus selesai sesuai jadwal beserta dinamika yang
ada di lapangan. Dalam hal ini supervisor harus menangani dua hal langsung
yaitu tugas-tugas dari manajernya sekaligus mengelola anak buahnya supaya tetap
dalam kondisi prima bekerja dan menjaga keutuhan tim.
Tugas Supervisor
Tugas
seorang supervisor tidak jauh berbeda dengan tugas seorang manajer karena
supervisor merupakan anggota manajemen dan juga sering disebut sebagai manajer
tingkat bawah. Perbedaan tugas supervisor dan manajer hanya terletak pada ruang
lingkup pekerjaannya. Supervisor bekerja pada ruang lingkup yang lebih kecil.
Berikut ini merupakan penggolongan tugas supervisor berdasarkan fungsi
manajemen.
1.
Berdasarkan
perencanaan (Planning)
Suatu
pengawasan yang efektif tentunya memerlukan perencanaan-perencanaan yang terus
menerus., pekerjaan supervisor adalah
sebagai berikut:
a.
Ikut
serta dalam merumuskan dan menentukan tujuan dan rencana organisasi atau
perusahaan.
b.
Mengerti
dan mengetahui dengan jelas pekerjaan yang akan dilakukan.
c.
Mengetahui
dan menafsirkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dibuat manajemen kepada
pegawai.
d.
Mengikuti
perkembangan informasi yang baru.
2.
Berdasarkan
pengendalian (Controlling), pekerjaan
supervisor adalah:
a.
Mengikuti
praktek dan prosedur kerja sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan.
b.
Menilai
hasil kerja dari sudut pandang biaya.
c.
Memeriksa
ketelitian dan banyak pekerjaan
d.
Mengefektifkan
penggunaan bahan-bahan dalam suatu pekerjaan.
3.
Dalam
pengorganisasian (Organizing),
pekerjaan supervisor adalah sebagai beriku:
a.
Mendelegasikan
suatu pekerjaan kepada orang lain atau bawahan.
b.
Membagikan
pekerjaan di antara anggota-anggota kesatuannya.
c.
Menentukan
suatu hubungan yang layak di antara anggota kesatuannya.
4.
Dalam
kepemimpinan (Leading), Beriku ini
merupakan tugas-tugas dari supervisor:
a.
Memberikan
informasi-informasi terbaru kepada pegawai.
b.
Melatih
para bawahannya untuk patuh terhadap aturan.
c.
Memajukan
sistem magang.
d.
Mendapatkan
kerjasama dan penyesuaian di antara pegawai.
Kebutuhan Supervisor
Agar
seorang supervisor dapat melaksanakan tugasnya dengan efektif, supervisor harus
memiliki pengetahuan-pengetahuan tertentu dan juga mampu menjalankan tugas
tertentu dengan baik. Berikut ini merupakan hal-hal yang harus dimiliki oleh
seorang supervisor:
1.
Pengetahuan
mengenai pekerjaan dan tanggung jawab
Meskipun
supervisor tidak secara langsung mengerjakan suatu pekerjaan di lapangan, supervisor
harus mengetahui dengan rinci tugas yang dilakukan oleh kelompok atau bagiannya
untuk memberikan kepemimpinan kepada para bawahan yang melaksanakan tugas-tugas
tersebut serta untuk merencanakan dan melakukan pengawasa agar dapat mencapai
hasil pekerjaan yang baik dan teratur.
Selain
pengetahuan tentang pekerjaan, supervisor juga harus mengetahui pengetahuan
tentang tanggung jawab. Hal mengenai tanggung jawab ini berkaitan dengan
kebijaksanaan-kebijaksanaan dan peraturan-peraturan perusahaan.
2.
Mampu
memberikan instruksi
Salah
satu tugas supervisor adalah memberikan instruksi kepada bawahannya. Pada
umumnya pegawai akan lebih merasa puas jika diberikan arahan dan keterangan
yang jelas tentang suatu pekerjaan. Untuk itu, seorang supervisor harus pandai
memberikan instruksi kepada pegawai atau bawahannya agar diperoleh tenaga kerja
yang terlatih dengan baik.
3.
Dapat
memperbaiki metode
Penggunaan
bahan-bahan, mesin, dan juga tenaga kerja yang baik merupakan tujuan yang tetap
dari sebuah manajemen yang maju. Namun, semua hal tersebut dapat diperbaiki.
Dengan memiliki kepandaian dalam menganalisis maka akan menghasilkan cara-cara
yang efektif dan efisien dalam menjalankan suatu pekerjaan.
4.
Dapat
bekerja dengan orang lain dengan baik
Selain
bekerja dengan baik, bergaul dan berkomunikasi dengan orang lain juga sangat
penting bagi seorang supervisor karena banyak hal yang dicapai oleh supervisor
merupakan hasil dari persetujuan orang lain. Selain itu, supervisor juga
merupakan perantara antara pemimpin atau manajer dengan para pegawai. Pada
umumnya, supervisor yang sukses adalah supervisor yang bisa mengembangkan dan memelihara
hubungan baik dengan kelompok bekerjanya.
Kesimpulan
Sebuah
perusahaan yang dapat terus berkembang di tengah-tengah persaingan global
tentunya memiliki manajemen yang baik. Dalam pelaksanaan manajemen yang efektif
dan efisien tentunya peran sumber daya manusia sangatlah penting, antara lain
adalah peran manajer dan supervisor.
Agar sebuah perusahaan dapat memilih
manajer dan supervisor yang tepat, maka perusahaan harus menentukan persyaratan
apa saja yang dibutuhkan oleh manajer dan supervisor. Secara garis besar,
manajer dan supervisor yang baik adalah yang memiliki keahlian manajerial yang
meliputi conseptual skill, humanity
skill, technical skill, serta strategic skill. Selain itu mereka juga tentu
harus mengerti tugas-tugasnya dengan baik dan jelas.
Referensi
Chaniago,
Harmon. 2013. Manajemen Kantor Kontemporer. Bandung: Akbar Limas Perkasa.
Priansa,
Donni Juni dan Agus garnida. 2013. Manajemen Perkantoran. Bandung: Alfabeta.
Siswandi.
2011. Aplikasi Manajemen Perusahaan: Analisis Kasus dan Pemecahannya. Jakarta:
Mitra Wacana Media.
No comments:
Post a Comment